Breaking News
Loading...
Selasa, 18 November 2014

Kementerian Kelautan Perikanan Awasi Penggunaan Formalin di Semarang

SEMARANG - Direktur Pengolahan Hasil Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan Abdul Rokhman memimpin langsung pengawasan penggunaan bahan kimia berbahaya jenis formalin pada ikan di Pasar Ikan Rejomulyo Semarang, Rabu (12/11) malam.

Saat berada di pasar ikan terbesar di Kota Semarang, Abdul Rokhman meminta sejumlah staf yang mendampinginya untuk mengambil contoh ikan segar dari lapak pedagang agar bisa diperiksa apakah mengandung formalin atau tidak.

Staf dari Direktorat Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan kemudian mengambil masing-masing satu ekor ikan kembung, ikan tiga waja, dan cumi-cumi untuk kemudian dicek oleh beberapa petugas Laboratorium Pembinaan dan Pengujian Mutu Hasil Perikanan Semarang.

Hasil pengecekan petugas dengan menggunakan alat khusus pada dua contoh jenis ikan dan cumi-cumi yang diambil secara acak dari pedagang tersebut tidak menunjukkan ada kandungan formalin.

Abdul Rokhman mengatakan monitoring penggunaan formalin pada ikan yang dijual para pedagang di Kota Semarang dalam rangka Bulan Mutu Perikanan selama November 2014 untuk menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya mutu serta keamanan hasil perikanan.

"Inti dari program yang dicanangkan Menteri Kelautan dan Perikanan RI pada 19 Oktober 2014 adalah menyadarkan masyarakat, termasuk pelaku usaha dan konsumen tentang arti mutu serta jaminan keamanan bagi kesehatan masyarakat," katanya.

Ia menjelaskan formalin yang berbahaya bagi kesehatan manusia jika dikonsumsi itu, sekarang banyak disalahgunakan sebagai pengawet bahan makanan termasuk hasil perikanan. "Jika dikonsumsi manusia, formalin dapat menyebabkan kerusakan hati, jantung, otak, limpa, pankreas, sistem susunan saraf pusat, dan ginjal, serta penyebab kanker jika telah terakumulasi dalam jumlah yang cukup banyak," ujarnya.

Menurut dia, ciri-ciri ikan segar tanpa formalin adalah warna insang merah terang, berbau amis segar, mudah busuk, dan dihinggapi lalat.

Sumber ertikel: REPUBLIKA.CO.ID (link ini)

Semua informasi terbaru tentang produk Easy Test dapat anda lihat di, WEBSITE EASY TEST atau di BLOG TEST KIT SHOP

Informasi dan Pemesanan:
Email ke easy4test@yahoo.com / easy4test@gmail.com atau hubungi 085310135381, 085779721597, 087889441075.

Note:
ET Group memproduksi beberapa test kit analisis mutu pangan bermerk Easy Test dengan jenis varian antara lain Test Kit Formalin, Test Kit Boraks, Test Kit Methanil Yellow, Test Kit Rhodamine B, Test Kit Mutu Pangan 4 Varian, Test Kit Formalin Paket Industri, TEST KIT MUTU PANGAN 4 VARIAN (PAKET INDUSTRI), Test Kit Sianida, Test Kit Peroksida, Test Kit Hipoklorit (Kaporit), Test Kit Siklamat, Test Kit Sakarin, Test Kit Asam Salisilat, Test Kit Alkalinitas (Alkalinity), Test Kit Asam Sorbat, Test Kit Benzoat, Test Kit Oksalat (Oxalate), Test Kit Tiosianat (Thiocyanate), Test Kit Nitrit, Test Kit Iodat, Test Kit Oksalat, Test Kit Potassium Bromate (Kalium Bromat) dan macam-macam test kit lainnya.

EASY TEST KIT WEB SUPPORT - BAHASA INDONESIA: Easy Test Support, Penawaran Jual, Katalog Produk, ENGLISH LANGUAGE: Easy Test Support, Selling Offers, Products Catalog.

WEB SUPPORT RESMI CV. ET GROUP: CV. ET GROUP Business, Test Kit Shop, dan Easy Test Kit Info.
bahan berbahaya, bahan tambahan pangan, berita bahan berbahaya, berita kami, boraks, easy test info, formalin, methanil yellow, rhodamine b, test kit, tips cerdas

0 komentar:

Posting Komentar

 
Toggle Footer