Breaking News
Loading...
Rabu, 22 September 2010

Formalin, Bahaya dan Prosedur Uji Cepatnya

Penggunaan formalin masih marak ditemukan di banyak produk makanan yang ada di pasaran. Masih banyak pengusaha nakal yang masih belum sadar tentang bahaya penggunaan formalin pada produk pangan.

Dalam air, formaldehid dihidrasi dan ditemukan umumnya dalam bentukan methylene glycol dan oligomernya (IPCS,1989; OECD,2002). Konsentrasi formaldehid sampai 30 μg/L ditemukan dalam air minum terozonisasi (Krasner et al.,1989; Tomkins et al.,1989). Pada penelitian di Taiwan, konsentrasi formaldehid pada air minum botol dan kemasan semuanya dibawah deteksi limit 129 μg/L (Chia-Fen et al.,2003). Dalam makanan konsentrasi formaldehid berkisar antara 3 sampai 23 mg/Kg (IARC,1982).
.

Kinetika dan Metabolisme pada Hewan dan Manusia

Formaldehid yang terasup diabsorpsi langsung oleh saluran pencernaan yang kontak dengan formaldehid. Pada studi dermal, diketahui formaldehid lebih mudah diabsorpsi alat pencernaan pada kera daripada pada tikus atau babi asli (Jeffcoat, 1983). Ada kemungkinan dia didistribusikan terutama pada otot (daging), level yang lebih sedikit juga ditemukan pada usus, liver dan jaringan-jaringan lain (Bhatt et al., 1988).

Formaldehid teroksidasi cepat membentuk asam format; oksidasi lanjut menjadi karbon dioksida dan air lebih lambat pada kera daripada pada tikus (McMartin et al., 1977). Produk metabolis lain seperti N,N’-bis(hydroxymethyl)urea dan N-((hydroxymethyl)urea telah dilaporkan ada pada tikus (Mashford & Jones, 1982).
.

Efek pada Hewan Percobaan dan In Vitro Test System

Acute exposure (konsumsi akut)

LD50 oral untuk formaldehid adalah 800 dan 260 mg/kg berat badan untuk tikus dan babi asli (Smyth et al., 1941).
.

Short-term exposure (konsumsi jangka pendek)

Pada 4 minggu pengamatan, tikus wistar (10 per jenis kelamin per dosis) yang diberikan formaldehid dalam air minum pada dosis 0, 5, 25, 125 mg/kg berat badan per hari. Tikus yang mendapatkan dosis tertinggi menunjukkan penurunan konsumsi makanan dan minuman, perubahan histopatologi pada lambung (seperti focal hyperkeratosis pada forestomach, papillomatous hyperplasia sedang), dan , pada yang laki-laki saja terjadi penurunan level total protein dan albumin pada plasma. NOAEL-nya 25 mg/kg berat badan per hari (Til et al., 1988; IPCS, 1989).
.

Long-term exposure (konsumsi jangka panjang)

Pada 2 tahun pengamatan, tikus wistar yang diberikan formaldehid pada air minum pada dosis 0, 1.2, 15, atau 82 mg/kg berat badan per hari untuk laki-laki dan 0,1.8, 21, 109 mg/kg berat badan per hari untuk perempuan. Rata-rata konsentrasi formaldehid pada air minum antara 0, 20, 260 dan 1900 untuk group control, rendah, sedang dan dosis tinggi. Efek merugikan yang timbul termasuk didalamnya penurunan konsusmsi makanan dan minuman, penurunan berat badan, perubahan patologi di perut, yang dikarakterisasi dengan terjadinya penipisan dinding mukosa. Berat ginjal relative meningka, dan peningkatan kasus renal papillary necrosis juga ditemukan pada kedua kelompok (Til et al., 1989).

Pada studi serupa, tikus wistar yang diberikan formaldehid pada air minumnya pada 0, 10, 50, atau 300 mg/kg berat badan per hari. Pada akhir bulan ke 12, tikus dari kedua kelompok kelamin tersebut ditemukan mengalami pengikisan lambung, luka lambung, hiperplasia pada sel squamous, dan hiperplasia pada sel basal(IPCS, 1989; Tobe et al., 1989).

Untuk antisipasi beberapa ulah nakal pengusaha dengan menggunakan bahan berbahaya pada makanan, "EASY TEST" melounching beberapa produk test kit untuk analisis bahan berbahaya pada makanan.

Berikut merupakan prosedur penggunaan TEST KIT FORMALIN (Easy Test):
  1. Cincang sekecil mungkin (atau blender) sampel yang akan digunakan. Ambil sebanyak 10 gram (satu dendok teh)
  2. Tambahkan air panas sebanyak 20 ml (4 sendok makan), lalu diaduk dan biarkan dingin terlebih dahulu
  3. Ambil ekstrak sampel (airnya saja) sebanyak 5 ml (1 sendok makan), dan tambahkan Reagent A sebanyak 4 tetes, selanjutnya tambahkan Reagent B sebanyak 4 tetes
  4. Kocok selama beberapa saat dan tunggu sekitar 5-10 menit
  5. Amati perubahan warna yang terjadi. Perubahan warna menjadi warna merah muda sampai unggu menunjukkan keberadaan formalin (formaldehyde). Kepekatan warna yang terbentuk menunjukkan tingkat kandungan formalin (formaldehyde) pada bahan yang diuji.

Note:
ET Group memproduksi beberapa test kit analisis mutu pangan bermerk Easy Test dengan jenis varian antara lain Test Kit Formalin, Test Kit Boraks, Test Kit Methanil Yellow, Test Kit Rhodamine B, Test Kit Mutu Pangan 4 Varian, Test Kit Formalin Paket Industri, TEST KIT MUTU PANGAN 4 VARIAN (PAKET INDUSTRI), Test Kit Sianida, Test Kit Peroksida, Test Kit Hipoklorit (Kaporit), Test Kit Siklamat, Test Kit Sakarin, Test Kit Asam Salisilat, Test Kit Alkalinitas (Alkalinity), Test Kit Asam Sorbat, Test Kit Benzoat, Test Kit Oksalat (Oxalate), Test Kit Tiosianat (Thiocyanate), Test Kit Nitrit, Test Kit Iodat, Test Kit Oksalat, Test Kit Potassium Bromate (Kalium Bromat) dan macam-macam test kit lainnya.

EASY TEST KIT WEB SUPPORT - BAHASA INDONESIA: Easy Test Support, Penawaran Jual, Katalog Produk, ENGLISH LANGUAGE: Easy Test Support, Selling Offers, Products Catalog.

WEB SUPPORT RESMI CV. ET GROUP: CV. ET GROUP Business, Test Kit Shop, dan Easy Test Kit Info.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Toggle Footer